Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah (Fauziah Pertiwi 19005057)
ZOOM PAUD
Teknologi
informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data sehingga data
dapat diubah menjadi informasi. Pada saat ini, teknologi informasi lebih banyak
diperankan oleh penggunaan komputer. Namun dalam perkembangannya, teknologi
informasi ini bukan saja komputer, namun dapat berupa peralatan lain yang
mempunyai prinsip kerja yang sama atau dapat berfungsi sebagai pengganti
komputer, misalnya handphone, iphone dan tablet.
Sebagaimana
yang sudah dijelaskan pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Hakekat
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dijelaskan
bahwa TIK bukan berarti hanya terbatas pada penggunaan alat-alat elektronik
yang canggih (sophisticated), seperti
pemanfaatan komputer dan internet, melainkan juga mencakup alat-alat yang
konvensional seperti: bahan tercetak, kaset audio, Overhead
Transparancy(OHT)/Overhead Projector
(OHP), bingkai suara (sound slides), radio, dan Televisi (Siahaan, 2010).
Teknologi
informasi dan komunikasi di Indonesia sudah mempengaruhi semua bidang kehidupan
masyarakat. Termasuk pada bidang pendidikan luar sekolah. Pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan ini memiliki
sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan
dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke
satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan wujud
dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan TIK dalam membantu proses
pendidikan masyarakat. Seperti yang sudah dilakukan di Papua, radio
dimanfaatkan sebagai media informasi kesehatan, pertanian, program-program
pemberdayaan dan lain sebagainya.
Komputer
dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis,
gambar, suara, dan movie) juga dimanfaatkan dalam pembelajaran di
pendidikan luar sekolah. Pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang
terjadinya interaksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed).
Pembelajaran secara sinkron mempunyai keunggulan utama dimana peserta belajar
maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama.
Pemanfaatan
teknologi video conference berbasiskan teknologi Internet, memungkinkan
peserta belajar dan tutorialnya bertatap muka dengan posisi mereka berada di mana
saja sepanjang dapat terhubung ke jaringan internet. Seperti pada contoh gambar diatas, dimana Paud
sebagai salah satu lembaga pendidikan luar sekolah memanfaatkan aplikasi zoom
dalam kegiatan pembelajaran dimasa pandemi ini. Begitu halnya dengan kegiatan program
kesetaraan di PKBM.
Teknologi
informasi juga diterapkan untuk meningkatkan kemudahan peserta didik dalam
mempelajari materi pembelajaran, yaitu dengan dibuatnya berbagai materi
pembelajaran yang tidak saja berorientasi tekstual, namun sudah diperkaya dengan
suara dan video. Seorang peserta didik yang belajar tentang gunung maka dia
dapat mempelajari pandangan sebuah gunung dari atas, samping bahkan dari bawah
hanya dengan memutar jari telunjuknya pada gambar yang sedang dipelajarinya.
Dengan teknologi multimedia hal tersebut memungkinkan dibuat untuk lebih
memudahkan peserta didik untuk mempelajarinya.
Kegiatan-kegiatan
pembelajaran luar sekolah lainnya seperti PKBM, Diklat dan Program pemberdayaan
tidak luput dari memanfaatkat teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaannya,
terlebih diera teknologi saat ini dan pandemi covid. Memaksa semua orang harus
beradaptasi menggunakan teknologi. Banyak sudah berbagai aplikasi yang dibuat
untuk kegiatan-kegiatan pembelajaran pendidikan luar sekolah,seperti aplikasi
literasi bagi petani yang sudah penulis jelaskan pada artikel sebelumnya.
Sumber Bacaan:
Ebook 1 TIK PLS

Menarik, Bermanfaat
BalasHapusTerimakasih...
Terstruktur pemikirannya
BalasHapusSemoga banyak yang baca
Dan terinspirasi dari tulisan
Terus berkarya.
BalasHapusMantapp
BalasHapusTerimakasih
BalasHapusSangat membantu
BalasHapus