PERUBAHAN SOSIAL DAN UNSUR-UNSUR DIFUSI
Uraian Materi Perkuliahan
PERUBAHAN SOSIAL DAN UNSUR-UNSUR DIFUSI
A. Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah proses dimana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Adapun proses perubahan sosial dibagi atas tiga tahapan, yaitu: (1) Inovasi: proses dimana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan; (2) Difusi: proses dimana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial; dan (3) Konsekwensi: perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi.
Perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial. Fungsi sosial dan struktur sosial berhubungan sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam proses perubahan sosial, jika salah satu berubah, maka yang lain berubah juga.
Perubahan sosial terdiri dari dua macam, yaitu: (1) Perubahan imanen: gejala dari dalam sistem dan (2) Perubahan kontak: perubahan yang terjadi karena adanya pengaruh dari luar sistem sosial yang diakibatkan gejala antar sistem. Sementara itu ada dua jenis perubahan kontak, yaitu: (a) Perubahan kontak selektif: terbuka pada pengaruh dari luar berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan sendiri; dan (b) Perubahan kontak terarah: perubahan terancang, yang disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sistem yang bertindak sebagai pembaharu, yang intensif memperkenalkan ide baru untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh lembaga dari luar.
Tinjauan perubahan dari unit adopsi dapat dibedakan dua macam perubahan, yaitu: perubahan individual dan perubahan sistem sosial. Individu sebagai penerima atau penolak inovasi, perubahan pada level ini memiliki macam-macam nama, yaitu: difusi, adopsi, modernisasi, akulturasi, belajar atau sosialisasi, disebut juga perubahan mikro. Adapun istilah yang dipakai pada perubahan pada sistem sosial, dikenal dengan istilah: pembangunan, sosialisasi,integrasi, dan adapatasi, disebut juga dengan perubahan makro.
B. Unsur-Unsur Difusi
1. Inovasi
Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Kebaruan inovasi diukur secara subjektif, menurut pandangan individu yang menangkapnya. Setiap ide/gagasan pernah menjadi inovasi. Setiap inovasi pasti berubah seiring dengan berlalunya waktu. Semua inovasi memiliki komponen ide, tetapi banyak inovasi tidak memiliki wujud fisik, misalnya ideologi. Sedangkan yang memiliki wujud ide dan wujud fisik seperti traktor, insektisida, baigon, dan lain sebagainya.
2. Saluran Komunikasi
Komunikasi merupakan proses di mana pesan-pesan dioperasikan dari sumber kepada penerima. Dengan kata lain komunikasi adalah pemindahan ide-ide dari sumber dengan harapan akan berubah tingkah laku penerima. Sedangkan saluran komunikasi adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dari sumber kepada penerima. Saluran komunikasi dimana ide-ide baru itu dapat disampaikan kepada penerima penting dalam menentukan keputusan penerima untuk menerima atau menolak inovasi itu. Biasanya pemilihan saluran komunikasi terletak di tangan sumber, dan harus dilakukan dengan memperha-tikan hal-hal sebagai berikut: (1) Tujuan diadakannya komunikasi, dan (2) Audiens, dengan siapa saluran komunikasi itu disambungkan.
3. Jangka Waktu
Waktu merupakan pertimbangan yang penting dalam proses difusi. Dimensi waktu tampak dalam: (1) Proses pengambilan keputusan inovasi; (2) Keinovatifan seseorang, yaitu relatif lebih awal atau lebih lambatnya seseorang dalam menerima inovasi; dan (3) Kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial. Ada penggolongan adopter berdasarkan keinovatifannya, diabagi dalam 5 kategori, yaitu: (1) Inovator; (2) Adopter pemula; (3) Mayoritas awal; (4) Mayoritas akhir; dan (5) Laggard (yang paling terlambat). Ukuran keinovatifan dan penggolongan anggota sistem sosial ke dalam kategori adopter itu berdasarkan jangka waktu relatif yang dibutuhkan dalam proses pengadopsian inovasi.
4. Anggota Sistem Sosial
Sistem sosial merupakan suatu kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerja sama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama. Di antara anggota sistem sosial ada yang memegang peranan penting dalam proses difusi, yakni mereka yang disebut pemuka pendapat dan agen pembaru. Pemuka pendapat adalah seseorang yang relatif sering dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku orang lain untuk bertindak dalam cara tertentu secara informal. Mereka ini sering diminta nasehat dan pendapatnya mengenai suatu perkara oleh anggota sistem lain. Para pemuka pendapat ini punya pengaruh terhadap proses penyebaran inovasi; mereka juga mempercepat diterimanya inovasi oleh anggota masyarakat tetapi bisa pula mereka jadi penghambat tersebarnya inovasi ke dalam sistem.
Daftar Pustaka
Rogers, Everett M. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. (Terjemahan: Abdillah Hanafi). Surabaya: Usaha Nasional).
Komentar
Posting Komentar