KOMPONEN SISTEM SOSIAL DAN DIFUSI
Uraian Materi Perkuliahan
KOMPONEN SISTEM SOSIAL DAN DIFUSI
1. Anggota Sistem
Ada anggota sistem yang cepat mengetahui adanya inovasi dan lebih awal menerimanya dan ada pula yang begitu terlambat. Bagi seseorang yang sedang berusaha memasyarakatkan ide baru, yang ingin menyebarkan inovasi ke dalam suatu sistem, merupakan suatu keuntungan jika ia dapat menggolong-golongkan anggota sistem sosial itu mana yang menerima lebih awal dan mana pula yang menerima lebih akhir dan dapat mengenali ciri dari masing-masingnya.
2. Agen Pembaru
Agen pembaru adalah pekerja profesional yang berusaha mempenagruhi atau mengarahkan keputusan inovasi orag lain selaras dengan yang diinginkan oleh lembaga pembaruan dimana ia bekerja atau menjadi anak buahnya. Para guru, penyuluh lapangan, pekerja sosial, juru dakwah adalah agen pembaru. Begitu juga para penjaja dagangan, kader partai di desa, juru penerang, konsultan asing atau siapa-siapa yang menawarkan gagasan-gagasan baru, barang-barang baru atau tindakan-tindakan baru (yang kita sebut inovasi) kepada masyarakat dan berusaha agar orang-orang itu mengadopsi inovasi yang diwarkan. Fungsi utama agen pembaru adalah menjadi mata rantai penghubung antar dua sistem sosial atau lebih.
Agen pembaru merupakan tangan-tangan lembaga pembaru, yakini: badan, dinas instansi atau oragnisasi yang bertujuan mengadakan perubahan-perubahan di masyarakat (ke arah kemajuan menurut pandangan lembaga itu) dengan jalan menyebarkan inovasi yang mereka produksi untuk mereka miiki.lembaga pembaru itu bisa merupakan orang pemerintah di segala sektor kehidupan, seperti dinas pertanian, dinas sosial, perguruan tinggi, BKKBN dan sebagainya. Bisa juga badan-badan swasta, yang bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat baik nasional maupun internasional termasuk UNESCO dan UNICEF.
3. Tokoh Masyarakat
Dalam suatu masyarakat biasanya ada orang-orang tertentu yang menjadi tempat bertanya dan tempat meminta nasehat anggota masyarakat lainnya mengenai urusan tertentu. Merek ini sering kali memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak dalam cara-cara tertentu.mungkin mereka menduduki jabatan formal, tapi pengaruh tersebut berlaku secara informal; pengaruh itu tumbuh bukan karena ditunjang oleh kekuatan birokrasi formal. Jadi kepemimpinan mereka itu bukan diperoleh karena jabatan resminya, melainkan karena kemampuan dan hubungan antar pribadi mereka dengan anggota masyarakat.
Orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain seperti itu disebut tokoh masyarakat, pemuka pendapat, pemimpin informal dan sebutan lainnya yang senada. Sedangkan kepemimpinan pendapat (opinion leadership) adalah tingkat kemampuan seseorang untuk mempenagruhi sikap dan prilaku orang lain secara informal relatif sering. Kepemiminan seperti ini biasanya bersifat, monomorfik, yakni hanya berkenaan dengan salah satu urusan, misala hanya pada urusan bidang pertanian saja atau kesehatan saja. Sedangkan pada masyarakat tradisional kepemimpinan pendapat itu kebanyakan bersifat polmorfik, yakni berkenaan urusan bersifat umum atau semua urusan.
Para tokoh masyarakat ini memiliki peranan penting dalam usaha penyebaran inovasi. Tetapi kita perlu ingat bahwa ada tokoh masyarakat yang hangat dan ada yang dingin terhadap inovasi. Mereka dapat mempercepat proses difusi, tapi juga dapat menghalangi bahkan menghancurkannya. Karena itu agen pembaru harus memberi perhatian khusus terhadap tokoh masyarakat pada sistem sosial yang menjadi kliennya. Jika ia dapat memperoleh bantuannya maka dapat diharapkan tugasnya akan berjalan dengan lancar, begitu pun sebaliknya. Mengenali tokoh masyarakat setempat sangat penting.
Daftar Pustaka
Rogers, Everett M. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. (Terjemahan: Abdillah Hanafi). Surabaya: Usaha Nasional).
Komentar
Posting Komentar