CONTOH DIFUSI YANG GAGAL

Uraian Materi Perkuliahan
            CONTOH DIFUSI YANG GAGAL
Untuk dapat  memahami kenapa suatu usaha difusi bisa sukses atau gagal, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan, yakni tradisi setempat yang berkaitan dengan inovasi, kelompok acuan dari mayoritas masyarakat sasaran, pemuka masyarakat sebagai pemompa inovasi, kecenderungan  berkomunikasi efektif dengan kelompok yang sepadan, dan orientasi yang seimbang antara kelompok sasaran dan inovasi itu sendiri. 

Sebuah lembaga pelayanan kesehatan di Peru berusaha memperkenalkan beberapa inovasi kepada penduduk desa untuk meningkatkan kesehatan mereka. Lembaga itu baru saja menikmati keberhasilan usaha yang gemilang di Amerika Latin, yang telah berhasil memotivasi penduduk untuk membut jamban, membakar sampah, melaporkan kasus-kasus penyakit yang mencurigakan ke puskesmas, dan memasak air minum. 

Lembaga itu juga telah berhasil merubah cara pikir dan prilaku penduduk, mereka sekarang memiliki pengetahuan secukupnya mengenai hubungan antara sanitasi dengan kesehatan.

Memasak air minum merupakan cara pencegahan penyakit yang cukup efektif. Jika penduduk tidak memasak air minumnya, pasien-pasien yang berobat di puskesmas setempat sering kali datang kembali dengan penyakit yang sama.

Nelida, seorang petugas kesehatan di desa Los Melinos oleh lembaga kesehatan diberi tugas yang sederhana, yaitu mengajak para ibu rumah tangga di desa itu agar terbiasa memasak air minum keluarga. Selama dua tahun kampanye air masak, di desa pertanian yang berpenduduk 200 keluarga di daerah pantai Peru itu, hanya sebelas ibu rumah tangga yang mau memasak air minum. Walaupun dibantu seorang dokter yang memberi penerangan kepada masayarakat tentang air masak dan telah ada 15 ibu rumah tangga yang telah terbiasa memasak air minum sebelum kampanye dilakukan, program Nelida untuk mengadakan pembaharuan di desa itu telah gagal. 

Mengapa Nelida mengalami kegagalan? Untuk memahami hal ini kita perlu tahu lebih cermat tentang kebudayaan, lingkungan setempat, serta individu-individu di desa itu.

Sebagian besar penduduk desa di Los Malinos adalah petani yang bekerja di perkebunan. Ada tiga buah sumber air di Los Malinos, yaitu sebuah irigasi musiman di dekat desa, sebuah mata air yang jauhnya lebih dari satu mil, dan sebuah sumur umum yang airnya tidak disukai penduduk. Jika diuji, ketiga sumber air itu diketahui sudah tercemar. Dari ketiga sumber air tersebut, yang sering dipakai oleh penduduk adalah air saluran (parit) irigasi, karena letaknya dekat dari pemukiman penduduk.

Untuk membangun sistem sanitasi yang baik di desa itu tidaklah  mungkin, tetapi penyakit tipes dan jenis penyakit lain yang menular melalui air dapat dicegah dengan memasak air sebelum diminum. Selama dua tahun di Los Malinos, Nelida mengadakan kunjungan kepada seluruh keluarga. Secara intensif dia hanya melakukan kunjungan pada 21 keluarga, yakni antara 1520 kali. Sebelas dari 21 keluarga tersebut atau sekitar 5% dari jumlah keluarga di Los Malinos sejak itu selalu memasak air yang akan diminumnya.

Orang-orang macam apakah yang telah mengikuti dan menolak ajakan Nelida? Dengan mengemukakan 3 orang sebagai representasi, memberi ilustrasi tambahan mengenai proses penyebaran inovasi yang direncanakan tersebut. 

Pertama, Ny. Alfredo: memasak air karena kebiasaan. Ny. Alfredo berusia 40 tahun dan menderita sakit karena infeksi sinus. Masyarakat mengenalnya sebagai orang yang sakit-sakitan. Setiap hari dia memasak air seceret untuk keperluan sehari. Teori kuman yang diterangkan Nelida tidak dipahaminya. Dia memasak air karena patuh pada tradisi setempat tentang panas dan dingin. Sangat panas dan sangat dingin harus dihindari oleh orang yang sedang sakit. Karena air dingin, maka harus direbus dahulu supaya temperatur ekstremnya berkurang. Sejak kecil penduduk terbiasa tidak menyukai air masak untuk diminum. Menurut tradisi setempat, merebus air itu adalah untuk mengurangi kadardinginnya, bukan untuk membunuh bakteri. Ny. Alfredo minum air yang dimasak karena patuh pada adat kebiasaan setempat; ia sedang sakit.

Kedua, Ny. Byrd: orang terpengaruh kampanye. Keluarga itu sudah tinggal di Los Malinos segenerasi, tetapi mereka masih berorientasi kuat ke kampung halamannya. Dia takut ketularan penyakit tanah datar, yang menurut anggapannya telah diderita penduduk Los Malinos. Kekhawatiaran inilah agaknya yang menyebabkan Nelida berhasil mempengaruhi Ny. Bird. Nelida merupakan teman dekat Ny. Bird, yang selalu memberi penerangan dan perlindungan kepadanya. Menurut ibu-ibu di desa, Nelida adalah pemeriksa kotoran dan sangat lengket dengan Ny. Bird. Ny. Bird dianggap sebagai orang luar dan orang marginal oleh kebanyakan penduduk desa.

Ketiga, Ny. Clara: orang yang menolak anjuran. Ibu ini adalah representasi dari sebagian besar keluarga di Los Malinos. Dia tidak memahami teori kuman meskipun sudah berulang kali dijelaskan oleh Nelida. Bagaimana, sanggahnya, makhluk kecil itu dapat bertahan hidup di air tampa dapat dilihat oleh orang? Kuman sekecil itu mana mungkin dapat menyakiti manusia yang sehat? . Ny. Clara setia pada adat kebiasaan setempat dan menolak anjuran Nelida. Sebagai pemeluk teguh tradisi keyakinan panas-dingin, dia beranggapan bahwa orang sakit sajalah yang patut meminum air yang dimasak.

Kenapa kampanye air minum itu gagal? Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwa hanya sebanyak 5% dari keluarga di Los Malinos yang menuruti ajakan Nelida. Bila ditelusuri, maka sebab-sebab kegagalan kampanye tersebut adalah antara lain: 

- Tradisi setempat yang menghubungkan makanan ‘panas’ dengan masalah sakit, memasak air membuatnya kurang segar untuk diminum dan karena itu hanya cocok untuk orang sakit saja. Faktor penting yang mempengaruhi kecepatan penerimaan inovasi tidak diperhitungkan oleh Nelida, yakni berkaitannya inovasi dengan kepercayaan yang membudaya di masayarakat.

- Nelida gagal mendemonstrasikan pengaruh kelompok acuan dalam usaha menyebarkan inovasi. Ny. Bird secara sosial adalah orang asing yang marginal dalam pandangan masyarakat Los Malinos. Ia menganut standar kelompok acuan di luar masyarakat setempat.
Nelida telah bekerja sama dengan ibu rumah tangga yang salah jika ia ingin melancarkan proses difusi yang nantinya dapat melaju sendiri. Dia hanya memusatkan perhatian pada wanita-wanita seperti Ny. Alfredo dan Ny. Bird. Pada hal kedua wanita tersebut bukan orang yang menjadi model bagi masyarakat di Los Malinos. Pemuka masyarakat desa yang dapat bertindak sebagai pemompa perubahan diabaikan oleh Nelida. 

- Kecenderungan untuk berkomunikasi lebih efektif hanya dengan mereka  yang lebih sepadan saja. Di Los Malinos Nelida dianggap tidak sederajat oleh oleh para ibu yang status sosialnya rendah. Kontak para ibu rumah tangga yang berstatus sosial rendah dengan orang luar terbatas.
Nelida lebih banyak berorientasi pada inovasi dari pada orientasi pada sasaran. Dia gagal karena pesannya tidak cocok dengan kebutuhan warga desa. Nelida tidak memulai usahanya dari mana peduduk berada, malah ia bercerita tentang teori kuman yang tidak mereka pahami dan mereka perlukan.

Daftar Pustaka
Rogers, Everett M. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. (Terjemahan: Abdillah Hanafi). Surabaya: Usaha Nasional).
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah (Fauziah Pertiwi 19005057)

Hakekat Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program pendidikan luar sekolah (Fauziah Pertiwi 19005057)