ANTROPOLOGI SOSIAL DAN PENDIDIKAN

Uraian Materi Perkuliahan
ANTROPOLOGI SOSIAL DAN PENDIDIKAN

A. Tipe-tipe Sistem Pendidikan
Pendidikan dari perspektif antropologis adalah setiap sistem budaya atau instruksi intelektual yang formal atau semi formal. Pendidikan merupakan ciri masyarakat manusia yang universal. Jadi pendidikan adalah gejala budaya. Ada tiga tipe dasar pendidikan yang dikemukakan oleh Randal Collins (1977), yaitu:

1. Pendidikan Keterampilan Praktis
Tipe ini dirancang untuk memberikan keterampilan dan kemampuan teknis yang dianggap penting dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Dalam pelaksanaannya berupa pengajaran guru-magang. Pada dasarnya merupakan satu-satunya sistem pendidikan pada masyarakat primitif, namun terdapat pula pada masyarakat agraris, dan bahkan pada tingkat tertentu terdapat juga dalam masyarakat industri modern.
Pada masyarakat primitif, seperti mengolah logam dan lain-lain dan sebagainya, dipelajari melalui pemagangan. Pada masyarakat agraris, pemagangan merupakan proses mempelajari pekerjaan seperti dokter, insinyur konstruksi, arsitek, dan sebagainya. Ujian satu-satunya untuk melihat efektivitas tipe pendidikan ini adalah keberhasilan dalam praktek.

2. Pendidikan Keanggotaan Kelompok Status.
Pendidikan keanggotaan kelompok status berorientasi pada simbolis, prestise, dan hak-hak istimewa (previlege) kelompok elit dalam masyarakat yang memiliki pelapisan sosial. Tipe ini secara luas dijumpai pada masyaraat agraris dan industri. Dalam perspektif historis pendidikan lebih digunakan untuk mengorganisasi kelompok status dari pada tujuan-tujuan lainnya. Karena menggunakan kebudayaan umum sebagai suatu sasaran keanggotaan kelompok, pendidikan kelompok status mengambil bentuk suatu perkumpulan (club) dan memasukkan banyak seremoni untuk menunjukkan solidaritas kelompok, bahkan secara terbuka membedakan anggotanya dengan yang bukan anggota.

3. Pendidikan Birokratis
Pendidikan birokrasi diciptakan oleh pemerintah memiliki dua tujuan, yaitu: (1) sebagai alat seleksi untuk merekrut orang-orang untuk mengisi posisi pemerintahan; dan (2) sebagai cara menyosialisasikan dan mendisiplinkan massa agar memenangkan tuntutan politik mereka. Tipe pendidikan ini pada umumnya memberi penekanan pada ujian, syarat kehadiran, peringkat, dan derajat. Tipe ini merupakan ciri khas masyarakat yang lebih kontemporer.

Tipe-tipe pendidikan tersebut di atas dijumpai dalam masyarakat yang sama. Masyarakat primitif menggunakan pendidikan praktis. Masyarakat agraris menggabungkan ketiga tipe dengan penekanan pada tipe tertentu. Masyarakt industry modern mengkombinasikan pendidikan kelompok status dan birokrasi, dengan penekanan pada npendidikan birokrasi.

2. Sistem Pendidikan Masyarakat Modern
Ada dua jenis istilah sistem pendidikan di masyarakat modern yang muncul pada abad ke-19, yaitu:
1. Sistem Pendidikan Mobilitas yang Disponsori
Menempatkan para siswa dalam salah satu dari dua jalur pendidikan sejak dini. Sebagian kecil siswa ditempatkan pada jalur universitas, dengan penyediaan kesempatan kerja yang relevan dengan jalur tersebut. Adapun mayoritas ditempatkan pada jalur yang diakhiri dengan pendidikan vokasional.

2. Sistem Pendidikan Mobilitas Kontes
Jenis ini tidak memiliki penyaluran resmi,  meskipun terdapat semacam penelusuran minat secara informal dan tersembunyi, dan terdapat kompetisi terbuka untuk mencapai pendidikan yang lebih maju.

Analilis Sosio-Antropologis Pendidikan
A. Teori Fungsionalis
Berusaha menjelaskan sifat pendidikan dan ekspansinya pada abad ke-19 sebagai akibat adanya persyaratan fungsional suatu masyarakat industri, khususnya persyaratan yang timbul dari perubahan teknolgi dan ekonomi. Adapun prinsip utama teori ini antara lain: (1) Persyaratan pendidikan untuk pekerjaan masyarakat industri terus meningkat sebagai akibat perubahan teknologi; (2) Pendidikan formal memberikan latihan yang diperlukan untuk pekerjaan yang menuntut keterampilan lebih tinggi; dan (3) Persyaratan pendidikan untuk bekerja meningkat dan semakin banyaknya menghabiskan waktu di sekolah.

B. Teori Bowles dan Gintis
Bahwa ekspansi pendidikan itu telah disulap dengan landasan ekonomi kapitalis. Pendidikan di masyarakat kontemporer merupakan perubahan versi sehingga menjadi suatu yang ideal. Tujuan pendidikan yang tepat adalah meningkatkan penyelidikan intelektual yang terbuka, kreatif, dan pertumbuhan manusia yang positif. Kesuksesan di bidang ekonomi disebabkan oleh adanya kapasitas intelektual yang superior, dan pendidikan dibentuk oleh ekonomi yang dirancang untuk melayaninya.

C. Teori Randall Collins
Teori ini menyatakan bahwa kelompok status yang paling penting adalah kelompok-kelompok etnis. Pendidikan merupakan senjata utama yang digunakan dalam perjuangan kelompok etnis. Kelompok dominan menggunakan sistem pendidikan sebagai suatu alat untuk mempertahankan keunggulan kebudayaan dan ekonomi mereka. Sementara, kelompok di bawahnya melihat pendidikan sebagai sumber daya yang dapat digunakan untuk memperbaiki status ekonomi mereka. Sehingga mengakibatkan sebagian besar dari mereka yang masuk dalam dunia pendidikan seperti ini bukan karena keinginan untuk belajar, melainkan karena ingin memperoleh surat kepercayaan yang mereka anggap dapat memberi kesuksesan dalam ekonomi.

D. Teori Nation-Building
Dapat diterjemahkan dengan pendidikan sebagai pendidikan sebagai pembangunan bangsa. Teori ini juga menolak asumsi utama dari semua teori-teori terdahulu. Adapun koreksi total Jhon Mayer terhadap teori terdahulu tersebut melahirkan ciri yang belum disebutkan, sebagai berikut:
Sistem pendidikan massal bersifat universal, memiliki standar, dan rasional. Artinya sistem itu berlaku bagi setiap orang dan menuntut cara dasar yang sama, melintasi berbagai garis celah masyarakat, seperti: kelas, suku, agama, etnis, jenis kelamin, dan sebagainya.
Sistem pendidikan massal modern sangat melembaga pada tingkat dunia. Sistem ini sama dalam masyarakat yang berbeda di seluruh dunia.Sistem pendidikan massal secara khusus diarahkan sebagai sosialisasi individu sebagai satuan sosial primer.

Daftar Pustaka
Mahmud dan Suntana, Ija. 2012.  Antropologi Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah (Fauziah Pertiwi 19005057)

Hakekat Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan sumberdaya manusia dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Program pendidikan luar sekolah (Fauziah Pertiwi 19005057)